MEMBANGUN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI DESA

Sabtu 30 Desember 2017 bertempat di gedung pertemuan Hotel Yusro kegiatan Bursa Inovasi Desa di laksanakan sebagai bagian  dari Desa yang ada di Kabupaten Jombang, Desa Pulosari melalui Inovasi yang selama ini sudah di laksanakan yaitu SIP MAS TERPADU Sistem Informasi Masyarakat Terpadu adalah sebuah pemanfaatan pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan oleh Desa Pulosari.

Kehadiran SID yang di kembangkan desa Pulosari ini kembali mendapatkan apresiasi dari Bapak Bupati Jombang Dr. Ec. H. Nyono Suharli Wihandoko dimana pada tahun sebelumnya telah dilksanakal Louncing SID di Desa Pulosari kehadiran beliau di stand desa Pulosari dengan tema “MEMBANGUN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI DESA” tertarik dengan tampilan akuntabilitas Publik APBDes yang di tampilkan selain pemanfaatan untuk layanan surat menyurat ,Setatistik Desa dan Produk Desa.

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa di lingkup Kabupaten Jombag. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

Adapun maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau altenatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan dan inovatif.

Sedangkan kegiatan-kegiatan yang akan dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa yakni kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa.

Tujuan dari Bursa Inovasi Desa, antara lain sebagai berikut:

 Mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus.

 Menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

 Memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.

 Membagi kegiatan inovasi yang telah di dokumentasikan dalam bentuk video maupun tulisan.

 Membangun komitmen replikasi. 

 Menjaring inovasi yang belum terdokumentasi. 

 Membagi informasi Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT)

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap seluruh desa bisa kreatif dan inovatif. Hal ini untuk meningkat perekonomian dan insfrastruktur dari bawah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Darmaji, mengatakan untuk mewujudkan desa mandiri dan inovatif maka pihaknya mengadakan Bursa Inovasi Desa 2017.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi perwakilan desa yang bingung mengembangkan potensi desanya masing-masing.

“Kita berharap setiap desa yang ada di Jombang punya ciri khas masing dan bisa mengembangkan potensi yang ada,” katanya,

Pada bursa inovasi desa, kata Darmaji, juga ditampilkan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Produk tersebut berasal dari inovasi desa di Jombang dan dikenalkan ke masyarakat luas, melalui bursa ini. Selain itu, inovasi bursa desa juga dilaksanakan sebagai ajang transfer ilmu.

“Disini ada aneka produk unggulan maupun inovasi dari 15 desa dari beberapa kecamatan di Jombang seperti Bareng, Ngoro, Gudo, Ngusikan, Kesamben, Wonosalam, Tembelang dan Plandaan. Mulai dari makanan olahan, kerajinan, teknologi tepat guna, hingga produk seni.

Masih kata Darmaji, antusias masyarakat Jombang cukup tinggi dalam kegiatan ini. Tingkat kehadiran peserta dari setiap desa yang diundang mencapai 90 persen.

“Inovasi yang kita maksud yaitu inovasi sumber daya manusia, ekonomi, insfrastruktur. Ini penting karena perkembangan teknologi dan informasi sudah mulai merambah di kawasan pedesaan, sehingga para pegiat ekonomi kecil dan menengah juga banyak yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut.